Semarang – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang menghadiri Rapat Koordinasi mengenai usulan Program Smart City yang akan diajukan ke dalam Program National Urban Transformation Project (NUTP) pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Pertemuan strategis ini diselenggarakan di Ruang Rapat Bappeda Kota Semarang dengan agenda utama penyelarasan program transformasi perkotaan nasional yang didanai oleh World Bank (Bank Dunia).
Kehadiran Diskominfo dalam rapat ini bertujuan untuk mematangkan konsep dan rincian usulan inovasi teknologi yang akan menjadi bagian dari transformasi digital perkotaan di Semarang. Mengapa pengajuan ke dalam program NUTP ini sangat krusial adalah karena pendanaan dari World Bank tersebut ditujukan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur cerdas dan berkelanjutan di kota-kota besar Indonesia, termasuk Semarang. Melalui integrasi ke dalam proyek nasional ini, Pemerintah Kota Semarang berharap dapat mengoptimalkan sumber daya internasional untuk meningkatkan efisiensi layanan publik serta kualitas hidup warga melalui solusi digital yang lebih komprehensif.
Bagaimana mekanisme usulan tersebut disusun melibatkan diskusi mendalam mengenai prioritas pembangunan yang selaras dengan kriteria teknis dari World Bank dan pemerintah pusat. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Semarang berperan dalam memastikan bahwa aspek statistik sektoral, keamanan informasi, serta infrastruktur informatika dalam usulan tersebut memenuhi standar transformasi urban yang modern. Dengan koordinasi intensif bersama Bappeda, diharapkan usulan Program Smart City ini dapat diterima sehingga memberikan dampak nyata pada percepatan transformasi digital yang berkelanjutan di Kota Semarang.




