Memuat halaman…

Beranda
Detil Berita
Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik
Superman
08 Jun 2026
15 kali dilihat
Lapor Semarang Goes to Unimus: Pemkot Kenalkan Aplikasi SIP sebagai Layanan Informasi Terintegrasi Kota Semarang
Lapor Semarang Goes to Unimus: Pemkot Kenalkan Aplikasi SIP sebagai Layanan Informasi Terintegrasi Kota Semarang

Kamis (4/6) - Pemerintah Kota Semarang melalui Diskominfo jamin kemudahan akses informasi warga lewat Semarang Informasi Publik atau SIP yang dikelola oleh PPID Kota Semarang. Kepada mahasiswa 163 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) melalui kegiatan Lapor Semarang Goes to Campus, SIP diperkenalkan sebagai pusat informasi terintegrasi yang menghimpun berabgai data, layanan, dan informasi seputar Kota Semarang yang dapat diakses melalui mobile apps dalam layanan Playstore.

Digitalisasi informasi ini adalah salah satu wujud penerapan Kota Semarang dalam mendukung program Smart City. Kepala Diskominfo Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, menghimbau seluruh mahasiswa untuk aktif memanfaatkan kanal-kanal layanan publik digital yang telah tersedia di Kota Semarang.

“Di tahun 2026 ini, Kota Semarang mencetak capaaian sebagai Anggota Asean Smart City. Kita patut berbangga karena tidak semua kota di Indonesia mendapatkan peluang ini yang menandakan kemudahan akses layanan digital di Kota Semarang,” tandasnya.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di gedung GKB 2 UNIMUS ini, Eny Winaryati selaku wakil rektor III, turut mendampingi dan mendorong mahasiswa untuk aktif memanfaatkan kesempatan berdiskusi dan menggali informasi selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, partisipasi aktif menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan teknologi dan layanan digital.

“Kolaborasi ini harus terus kita pelihara untuk menciptakan grow mindset. Tanpa adanya kolaborasi, akan semakin sedikit informasi yang kita peroleh. Diskominfo sebagai kolaborator yang punya banyak informasi, mendorong kita semua untuk memhami dunia teknologi yang berkembang semakin pesat,” ungkap Eny.

Dengan kemudahan akses digitalisasi informasi melalui SIP, masyarakat tidak perlu lagi membuka banyak website untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Berbagai data dan informasi dari perangkat daerah terintegrasi dalam satu aplikasi melalui sistem Application Programming Interface (API).

Menurut Ardiantho selaku pengelola PPID Kota Semarang, SIP memenuhi kebutuhan data berbagai lapisan masyarakat, baik itu warga Kota Semarang maupun wisatawan yang berkunjung. Mulai dari informasi transporasi umum, destinasi wisata, hingga pusat perbelanjaan terdekat dari pengguna juga dapat diakses berdasarkan jarak dan lokasi.

“Pengguna cukup melakukan satu kali login untuk mengakses beragam layanan yang tersedia. Teman-teman mahasiswa juga bisa mendaftarkan usahanya untuk diinput dalam data base SIP sehingga bisa terlacak oleh pengguna SIP. Caranya mudah, cukup dengan mengisi formulir pendaftaran ke PPID Kota Semarang,” jelas Ardi.

Bagi mahasiswa, layanan informasi terintegrasi ini dapat dimanfaatkan sebagai pusat informasi dan data pendukung karya tulis ilmiah seperti skirpsi, tesis, disertasi, dan kebutuhan mata kuliah lainnya. Tak hanya itu, SIP juga menyajikan informasi kegiatan, hiburan, dan event Kota Semarang yang sesuai dengan kebutuhan warga.

“Adanya pengenalan PPID Kota Semarang ini memberikan informasi yang snagat bermanfaat bagi mahasiswa khususnya dalam melakukan riset yang akurat,” tutur Devi salah satu mahasiswa program studi statistika.

Selain layanan informasi PPID, mahasiswa Unimus juga dikenalkan dengan berbagai kanal layanan publik milik Pemerintah Kota Semarang, yakni layanan pengaduan masyarakat Lapor Semar Solusi AWP serta layanan panggilan darurat Call Center 112 Kota Semarang. Kehadiran layanan-layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menjamin hak masyarakat untuk memperoleh informasi, menyampaikan aspirasi dan pengaduan, serta mendapatkan akses pertolongan secara cepat saat menghadapi kondisi darurat.

Setelah kegiatan ini diharapkan generasi muda semakin memahami dan memanfaatkan berbagai layanan publik digital yang telah disediakan, sekaligus menjadi agen penyebarluasan informasi kepada masyarakat guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih partisipatif, responsif, dan inklusif.

Link Terkait