Memuat halaman…

Beranda
Detil Berita
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
Asisten Superman
23 Apr 2026
50 kali dilihat
Akselerasi Digitalisasi, Diskominfo Semarang Perkuat Pilar Smart Environment dan Smart Living
Akselerasi Digitalisasi, Diskominfo Semarang Perkuat Pilar Smart Environment dan Smart Living

Semarang – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang menggelar kegiatan pendampingan strategis bertajuk "Pendampingan Smart City: Dimensi Smart Environment dan Smart Living Pemerintah Kota Semarang" pada Rabu, 22 April 2026. Acara yang berlangsung di Cendana Ball Room, Hotel GETS ini bertujuan untuk mengakselerasi implementasi Smart City agar berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Kepala Diskominfo Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, S.H., Kp., M.M., dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan kota cerdas bukan sekadar seremonial teknologi, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas layanan publik. Beliau mendorong seluruh perangkat daerah untuk memahami konsep Smart City secara komprehensif agar selaras dengan agenda nasional dan mematangkan visi digitalisasi daerah.

Kegiatan pendampingan ini menghadirkan tiga narasumber ahli yang membahas transformasi digital dari berbagai sudut pandang:

Dr. Ir. Nana Storada, SE., MM menekankan bahwa Pemerintah Kota harus bertindak sebagai "orkestrator" dalam melakukan perbaikan sistemik—memecahkan silo data dan memastikan sistem saling berkomunikasi (interoperabilitas)—daripada sekadar memperbanyak aplikasi yang tidak terintegrasi. Selain itu, pengembangan Smart City diarahkan menjadi simpul layanan utama kawasan Metropolitan Semarang Raya melalui sinergi kolaboratif dengan daerah mitra, yakni Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang.
Prof. Ir. Heru Agus Santoso, Ph.D, IPM, ASEAN Eng menguraikan evolusi menuju Intelligent City, di mana kota harus mampu memberikan solusi cepat dan tepat sasaran melalui dukungan data yang akurat. Inovasi nyata dalam Smart Living ditunjukkan melalui implementasi Anjungan Kesehatan Mandiri (AKM) berbasis pemindaian glukosa darah non-invasif yang telah tervalidasi secara ilmiah.
Jonie Hermanto, M.Kom, MCP, MCSA, MCDBA memaparkan bahwa keamanan informasi adalah fondasi mutlak untuk membangun kepercayaan publik (public trust). Penerapan pendekatan keamanan berlapis, mulai dari IoT Security, Blockchain untuk integritas data, hingga penggunaan Machine Learning sebagai sistem imun kota, mutlak diperlukan agar kota cerdas tidak rentan terhadap serangan siber.

Sesi diskusi yang dimoderatori oleh Asdani Kindarto, S.Sos, M.Eng, Ph.D berlangsung interaktif, membahas berbagai kendala teknis hingga langkah mitigasi kebocoran data. Kegiatan ini ditutup dengan kesimpulan bahwa pembangunan Smart City merupakan perjalanan panjang yang memerlukan kolaborasi intensif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, dengan tetap berfokus pada solusi yang berorientasi pada warga (human-centric).

Link Terkait